PENGARUH VARIASI WAKTU FERMENTASI WHEY SEBAGAI KOAGULAN TERHADAP KUALITAS TAHU BERBAHAN KEDELAI (Glycine max)
Industri tahu menghasilkan limbah cair berupa whey yang masih mengandung protein terlarut dan mineral yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Penelitian ini dilakukan dengan variasi waktu yang berbeda. Variasi waktu fermentasi yang digunakan yaitu 6, 12, 24, dan 48 jam. Metode yang digunakan meliputi proses fermentasi whey, pembuatan tahu, serta pengujian kadar protein menggunakan metode Bradford dan uji organoleptik dengan 30 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi whey berpengaruh nyata terhadap kadar protein dan kualitas sensoris tahu. Kadar protein tertinggi diperoleh pada fermentasi whey selama 6 jam sebesar 2,254 mg/g, sedangkan kadar protein terendah pada fermentasi 48 jam sebesar 1,803 mg/g akibat degradasi protein oleh aktivitas mikroba. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tahu dengan koagulan whey fermentasi 12 jam memiliki tingkat kesukaan tertinggi dari seluruh parameter. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan whey yang difermentasi selama 6 - 12 jam memberikan kualitas tahu terbaik dan berpotensi sebagai alternatif koagulan yang ramah lingkungan.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2601080017
Keyword
whey tahu Fermentasi Koagulan Kualitas tahu pH