Geologi dan Analisis Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Tsunami di Wilayah Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan
tiga lempeng tektonik utama yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan
Pasifik. Kondisi geografis dan geologis tersebut menyebabkan Indonesia
menjadi kawasan rawan bencana alam. Salah satu wilayah yang memiliki
kawasan rawan bencana yaitu Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2010,
wilayah ini termasuk dalam kawasan dengan tingkat potensi bahaya
tsunami. Oleh karena itu, dilakukan pemetaan geologi untuk
mengidentifikasi litologi, kondisi geomorfologi, struktur geologi, dan
sejarah geologi serta dilakukannya penentuan area indundasi tsunami
dengan menggunakan analisis hloss. Metode ini guna menganalisis
penutupan lahan, topografi, dan arah penyebaran genangan untuk
mengidentifikasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat
Evakuasi Akhir (TEA). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
maka dihasilkan kondisi geologi yang di dominasi oleh batuan vulkanik
salah satunya batuan tuf Lapili dan tuf lapilli berbatuapung serta terdapat
endapan aluvium. Secara geomorfologi mencakup dataran hingga dataran
bergelombang serta berbatasan dengan perairan selat sunda di sebelah
barat. Struktur geologi menunjukkan adanya formasi batuan dari zaman
Plistosen Akhir hingga Holosen Akhir dengan indikasi aktivitas tektonik
dan vulkanik yang signifikan di masa lampau. Selain itu, didapatkan pada
wilayah pesisir Kecamatan Cinangka memiliki tingkat kerentanan tinggi
terhadap bahaya tsunami dan memiliki jalur Tempat Evakuasi Sementara
(TES) sebanyak 11 titik dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) sebanyak 8
titik.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2601110002
Keyword
geomorfologi struktur geologi sejarah geologi hloss jalur evakuasi tsunami