ANALISIS SPASIAL BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PEMETAAN BAHAYA DAN RISIKO TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Kabupaten Lampung Utara termasuk daerah rawan tanah longsor yang
telah mengalami kejadian dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian
dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko tanah longsor melalui
pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui komponen
ancaman (hazard), kerenatan (vulnerability), dan kapasitas (capacity).
Setiap komponen dibentuk berdasarkan parameter fisik dan social
seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan,
geologi, kepadatan penduduk, serta ketersediaan sarana dan prasarana
umum. Parameter tersebut diberikan skor dan bobot sesuai tingkat
pengaruhnya, kemudian diolah menggunakan metode overlay spasial.
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks risiko tanah longsor
berkisar antara 0,933-2,3 dan terbagi menjadi tiga kelas yaitu risiko
rendah seluas 1.664,436 km², risiko sedang 754,743 km², dan risiko
tinggi 39,820 km². Wilayah dengan risiko tinggi terindentifikasi di
Kecamatan Tanjung Raja, Bukit Kemuning, dan sebagian Abung
Tengah, sedangkan risiko rendah umumnya berada di bagian timur dan
utara Kabupaten Lampung Utara. Secara umum, semakin tinggi tingkat ancaman dan kerentanan serta rendahnya kapasitas masyarakat di suatu
daerah, maka semakin besar tingkat risiko tanah longsor yang
berpotensi terjadi.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2601120031
Keyword
Longsor SIG Overlay Risiko Spasial