Validasi Multikomparatif Data Presipitasi Berbasis Satelit dan Reanalysis untuk Analisis Karakteristik Curah Hujan Provinsi Lampung
Presipitasi merupakan komponen penting dalam sistem iklim dan siklus hidrologi. Presipitasi dalam bentuk curah hujan berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Namun keterbatasan stasiun hujan sering menjadi kendala dalam analisis iklim regional seperti di Provinsi Lampung, sehingga diperlukan data alternatif sebagai pengganti observasi. Produk presipitasi satelit dan reanalysis seperti IMERG, CHIRPS, CMORPH, dan ERA5 dapat menjadi opsi tersebut, tetapi akurasinya perlu divalidasi sebelum digunakan. Penelitian ini melakukan validasi multikomparatif empat produk presipitasi tersebut terhadap data observasi dari 112 stasiun di Provinsi Lampung periode 2012–2024. Evaluasi dilakukan menggunakan verifikasi statistik kontinu (korelasi, RMSE, MAE, bias), verifikasi kategorikal (POD, FAR, CSI), dan verifikasi volumetrik (VHI, VFAR, VCSI) pada skala harian, pentad, dasarian, bulanan, musiman, serta berdasarkan elevasi, dengan pendekatan skoring untuk membandingkan performa antarproduk. Hasil validasi menunjukkan bahwa IMERG merupakan produk dengan akurasi tertinggi pada sebagian besar skala waktu, diikuti ERA5. Sedangkan CHIRPS dan CMORPH menunjukkan kesalahan estimasi yang lebih besar. Secara temporal, pola monsun dan ekuatorial yang mendominasi dinamika atmosfer di Lampung memengaruhi variasi curah hujan, dengan musim hujan terjadi pada Desember–Februari dan kemarau pada Juni–Agustus. Semua produk cenderung mengalami overestimated, terutama CMORPH pada bulan Maret, sedangkan ERA5 menunjukkan underestimate pada bulan Oktober.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2601150033
Keyword
Curah hujan Presipitasi Data satelit Reanalysis Verifikasi Lampung