Perbandingan Performa Algoritma Deep Learning untuk Pemetaan Batas Bangunan Berbasis Ortofoto Non Metrik
Pemetaan batas bangunan merupakan elemen penting dalam
perencanaan tata ruang, pemantauan urbanisasi, dan pengelolaan
wilayah. Perkembangan deep learning memungkinkan ekstraksi batas
bangunan dari ortofoto non-metrik berbasis UAV dilakukan secara
otomatis dengan tingkat konsistensi yang lebih baik dibandingkan
digitasi manual. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja tiga
algoritma deep learning, yaitu YOLOv8, Mask R-CNN, dan U-Net,
dalam ekstraksi batas bangunan pada ortofoto non-metrik. Evaluasi
dilakukan berdasarkan akurasi kuantitatif, kualitas spasial geometri
batas, efisiensi komputasi, serta uji signifikansi statistik. Metrik yang
digunakan meliputi Precision, Recall, Intersection over Union (IoU),
Overall Accuracy (OA), dan deviasi batas terhadap ground-truth. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa U-Net memperoleh performa tertinggi
dengan nilai Precision 0,943, IoU 0,875, dan OA 0,9732, serta deviasi
batas terkecil (±1,30 m). Mask R-CNN menunjukkan performa stabil
dengan IoU 0,856 namun membutuhkan sumber daya komputasi
terbesar. YOLOv8 unggul dalam efisiensi dengan ukuran model paling
kecil dan waktu inferensi tercepat, meskipun nilai IoU dan presisinya
lebih rendah dibandingkan U-Net. Uji Friedman terhadap 25 sampel
area menghasilkan p-value 0,087 (>0,05), yang menunjukkan bahwa
perbedaan kinerja ketiga model tidak signifikan secara statistik. Uji
Wilcoxon berpasangan juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan
antar model. Secara keseluruhan, terdapat trade-off antara akurasi dan
efisiensi komputasi. Meskipun U-Net menunjukkan performa numerik
terbaik, ketiga algoritma memiliki kinerja yang relatif sebanding,
sehingga pemilihan model perlu disesuaikan dengan kebutuhan akurasi
dan kapasitas komputasi pada implementasi pemetaan.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2602170004
Keyword
Segmentasi Citra Batas Bangunan Ortofoto Non-Metrik Deep Learning Evaluasi Akurasi Spasial