ANALISIS JALUR EVAKUASI TSUNAMI DENGAN METODE NETWORK ANALYSIS STUDI KASUS DI KOTA PADANG
Kota Padang merupakan wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerawanan tsunami tinggi akibat kedekatannya dengan zona subduksi Megathrust Sumatra dan dominasi topografi dataran rendah. Kondisi tersebut menuntut tersedianya sistem evakuasi yang efektif untuk meminimalkan risiko korban jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerentanan wilayah, menentukan Tempat Evakuasi Sementara (TES), dan mengidentifikasi jalur evakuasi tsunami terdekat menuju TES di Kota Padang. Metode Data Envelopment Analysis (DEA) digunakan untuk menganalisis tingkat kerentanan berdasarkan kepadatan penduduk, jarak dari garis pantai, elevasi, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan bangunan evakuasi vertikal. Selanjutnya, metode Network Analysis dengan pendekatan Closest Facility pada Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menentukan jalur evakuasi terdekat melalui jaringan jalan eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 dari 32 desa/kelurahan tergolong memiliki tingkat kerentanan tinggi. Selain itu, teridentifikasi 58 lokasi TES yang terdiri atas TES resmi dan TES potensial. Hasil analisis menghasilkan 33 jalur evakuasi dengan panjang 0,46-1,55 km dan waktu tempuh berjalan kaki 9-30 menit. Secara umum, seluruh jalur evakuasi masih memenuhi batas jarak dan waktu evakuasi yang direkomendasikan.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2606280017
Keyword
tsunami jalur evakuasi Data Envelopment Analysis Network Analysis Kota Padang