ANALISIS DAN USULAN PERBAIKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI BERAS DENGAN PENDEKATAN DMAIC TERINTEGRASI FMEA DAN MAFMA PADA GILINGAN PADI JATIMULYO
UMKM Penggilingan Padi Jatimulyo bergerak di bidang produksi beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, proses produksi masih menghasilkan produk cacat harian berkisar antara 6,5% - 10,8% persen berupa beras patah dan menir sehingga kualitas produk belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecacatan proses produksi beras dengan menggunakan P-Chart, mengidentifikasi penyebab utama menggunakan FMEA dan MAFMA, serta merancang dan mengimplementasikan usulan perbaikan melalui pendekatan DMAIC berupa penyusunan SOP dan lembar monitoring produksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif analisis-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi belum terkendali secara statistik karena terdapat 21 dari 32 titik pengamatan berada di luar batas kendali. Kondisi aktual menunjukkan kadar air gabah
sebesar 15,4% melebihi standar maksimum 14 persen dengan kondisi ruang penyimpanan pada suhu 30°C dan kelembapan 83% yang belum memenuhi rekomendasi penyimpanan gabah yaitu (<70%), ketidaksesuaian tersebut menyebabkan terjadinya cacat produk berupa beras patah/menir. Perbandingan FMEA dan MAFMA menunjukkan adanya perubahan urutan prioritas risiko karena MAFMA mempertimbangkan pembobotan kriteria melalui AHP dan faktor expected cost. Implementasi SOP dan lembar monitoring selama empat hari menurunkan rata-rata persentase cacat dari 8,9% menjadi 8,2% atau sebesar 0,7%. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi penggunaan moisture meter, pengaturan mesin, perbaikan kondisi penyimpanan, penerapan SOP, dan lembar monitoring sebagai upaya meningkatkan konsistensi kualitas beras.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2607020003
Keyword
P-Chart FMEA MAFMA Standard Operational Procedure (SOP) Lembar Monitoring