PERANCANGAN PENGADAAN BAHAN BAKU TEPUNG MENGGUNAKAN METODE EOQ DAN MIN-MAX PADA STUDI KASUS PABRIK KERUPUK SUBUR
Permasalahan dalam pengadaan bahan baku tepung singkong pada
Pabrik Kerupuk Subur masih sering terjadi akibat adanya keterlambatan
pengiriman dari pemasok ke supplier, sehingga pabrik mengalami
kekurangan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi. Kondisi
ini menyebabkan proses produksi terganggu, sehingga pabrik
diperlukan dalam pengelolaan persediaan yang lebih baik agar
ketersediaan bahan baku terpenuhi. Tujuan penelitian ini yaitu
mengetahui kebutuhan bahan baku tepung singkong pada perencanaan
enam bulan berikutnya menggunakan metode time series serta
menentukan rancangan pengadaan bahan baku pada horizon
perencanaan enam bulan mendatang menggunakan metode EOQ dan
Min-Max, serta menentukan strategi pengadaan yang sesuai. Penelitian
ini menghasilkan bahwa metode DES dengan parameter alpha 0,99 dan
beta 0,01 menghasilkan nilai MAD, MSE, dan MAPE dengan hasil
peramalan kebutuhan bahan baku sebesar 651 karung. Melalui
penerapan metode EOQ, kuantitas pemesanan yang paling optimal
sebanyak 341 karung dengan frekuensi pembelian sebanyak 2 kali
selama 6 bulan dan hasil safety stock sebesar 54 karung. Selain itu,
berdasarkan penerapan metode Min-Max jumlah stok minimum 55
karung dan stok maksimum 395 karung. Berdasarkan hasil analisis
Matriks Kraljic, bahan baku tepung singkong termasuk ke dalam
kuadran Leverage Item sehingga strategi pengadaan yang
direkomendasikan adalah multi sourcing guna menjaga ketersediaan
bahan baku serta mengurangi risiko keterlambatan pasokan dari
pemasok.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2607030005
Keyword
pengendalian persediaan peramalan permintaan EOQ Min-Max matriks kraljic multi sourcing