Integrasi Algoritma YolOOD dan Internet of Things (IoT) dalam Deteksi Defisiensi Nutrisi Tanaman Bayam Hidroponik Berbasis Citra Daun
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem deteksi dan estimasi
nilai nutrisi (ppm) pada tanaman bayam hidroponik menggunakan
model YolOOD yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).
Estimasi nutrisi dilakukan berdasarkan citra daun sebagai metode nondestruktif
untuk
mendeteksi
defisiensi
nutrisi
secara
dini.
Dataset
terdiri
atas
enam
kelas
konsentrasi
nutrisi,
yaitu
100,
300,
500,
700,
900,
dan
1200
ppm, dengan 300 citra pada setiap kelas. Tahapan penelitian
meliputi anotasi, augmentasi, preprocessing, serta pembagian data latih
dan validasi dengan rasio 70:30. Model dilatih selama 50 epoch
menggunakan batch size 4, ukuran input 416×416 piksel, optimizer
Adam, dan learning rate 0,0001. Evaluasi dilakukan menggunakan
mAP@50, MAPE, RMSE, dan koefisien determinasi (R²). Hasil
menunjukkan model mencapai mAP@50 sebesar 0,93, sedangkan
estimasi nilai ppm menghasilkan MAPE 16 persen, RMSE ternormalisasi
0,1571, dan R² sebesar 0,7903. Pengujian sistem memberikan rata-rata
akurasi prediksi sebesar 84 persen, dengan akurasi tertinggi 99,08 persen pada
100 ppm. Kalibrasi sensor TDS, pH, dan DS18B20 menunjukkan
akurasi di atas 95 persen dengan linearitas sangat baik (R² > 0,99). Sistem
berhasil diintegrasikan dengan Raspberry Pi dan Google Firebase
secara real-time. Meskipun model mampu mendeteksi kondisi visual
daun dengan baik, akurasi estimasi nilai ppm masih perlu ditingkatkan.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2607070005
Keyword
bayam Citra daun defisiensi nutrisi YolOOD IoT