ANALISIS PENYEBAB KEGAGALAN PEN COUPLER BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN METODE KEKERASAN, KEAUSAN, DAN FRAKTOGRAFI PADA KERETA PENUMPANG
Pen coupler merupakan komponen vital pada sistem perangkai kereta api yang berfungsi meneruskan gaya tarik dan gaya dorong antarkereta sehingga kegagalannya dapat memengaruhi keselamatan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kekerasan, keausan, dan penyebab kegagalan pen coupler baja AISI 1045 setelah masa operasi dua tahun serta memberikan rekomendasi teknis bagi proses perawatan. Penelitian diharapkan menjadi acuan dalam evaluasi kelayakan komponen dan peningkatan keandalan sistem perangkai. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada pen coupler Sumitomo berbahan baja AISI 1045 dengan sampel berupa pen coupler baru dan pen coupler bekas pakai kondisi patah tanpa analisis kimia maupun simulasi numerik. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif melalui pengujian kekerasan Vickers, pengukuran keausan, perhitungan kekuatan tarik dan tegangan geser, serta pengamatan fraktografi secara makro. Data dianalisis secara komparatif untuk mengidentifikasi hubungan antara perubahan sifat mekanik, keausan, dan karakteristik patahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pen coupler bekas pakai memiliki kekerasan, estimasi kekuatan tarik, dan estimasi kekuatan geser lebih tinggi akibat work hardening, namun mengalami keausan yang lebih besar sehingga meningkatkan clearance, memicu impact loading, serta memperbesar konsentrasi tegangan. Karakteristik patahan mengindikasikan kegagalan lelah (fatigue failure) akibat pembebanan berulang yang dipercepat oleh keausan komponen.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608110006
Keyword
Pen Coupler AISI 1045 Kekerasan Vickers Keausan Fraktografi Fatigue failure