Analisis Aliran Fluida di Mata Air Panas Cisarua, Lampung Selatan: Studi Menggunakan Metode Geolistrik dan Polarisasi Terinduksi
Karakterisasi jalur aliran fluida hidrotermal bawah permukaan merupakan hal yang sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan sistem panas bumi yang dikontrol oleh sesar. Mata Air Panas Cisarua di Lampung Selatan dikendalikan oleh Sesar Lampung-Panjang; namun, kontinuitas hidraulik antara manifestasi sumur lama dan sumur baru belum pernah didemonstrasikan sebelumnya. Penelitian ini merupakan investigasi terintegrasi pertama yang menggabungkan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) dan Induced Polarization (IP) untuk memetakan konektivitas antara kedua sumber manifestasi. Survei Wenner-Schlumberger dilakukan sepanjang empat lintasan pengukuran dengan kedalaman investigasi maksimal mencapai 44,65 m. Hasil inversi mengidentifikasi dua litologi utama: lempung tufan (resistivitas <20>20 ms) pada lintasan 1 dan 3 mengindikasikan jalur aliran fluida hidrotermal aktif yang dikendalikan oleh Sesar Lampung-Panjang, dengan lempung yang telah teralterasi secara hidrotermal berfungsi sebagai lapisan penutup (confining layer). Hasil penelitian membuktikan bahwa kedua sumur merupakan komponen dari satu sistem hidrotermal terpadu yang saling terhubung melalui jalur migrasi fluida yang berorientasi barat laut-tenggara sepanjang zona sesar, memberikan wawasan kritis untuk pengembangan sumber daya panas bumi.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608120002
Keyword
Structure Resistivity Chargeability Geothermal