(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Konektivitas Rekahan dan Porositas Sekunder Menggunakan Digital Outcrop Models (DOM) pada Sungai Kalibatu, Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan


View/Open

Author
Aulya, Rahmadini

Date Published
06 Aug 2026

Advisor
Rezki Naufan Hendrawan, S.T., M.T,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Jaringan rekahan berperan dalam mengontrol permeabilitas dan menjadi tempat penyimpanan bagi berbagai fluida. Oleh karena itu penting untuk memahami karakteristik strukturnya, terutama sistem rekahan yang terbentuk. Pengamatan rekahan pada penelitian ini menggunakan data 2D yang dilakukan pada singkapan dengan litologi diorit, gneiss, dan sekis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik rekahan, menganalisis konektivitas rekahan, dan menganalisis pengaruh konektivitas rekahan terhadap porositas sekunder menggunakan data lapangan dan DOM dengan metode fotogrametri di Sungai Kalibatu. Data lapangan digunakan untuk identifikasi orientasi rekahan dan litologi pada Sungai Kalibatu. Orientasi rekahan pada Sungai Kalibatu memiliki arah dominan, yaitu berarah Barat Laut – Tenggara (BL – TG) dan Timur Laut – Barat Daya (TL – BD), orientasi ini sama dengan orientasi kelurusan dari Sesar Lampung-Panjang yang mengontrol pada Sungai Kalibatu. Topologi pada konektivitas rekahan menunjukkan hubungan antar rekahan yang diterminasikan dengan I, Y, X, dan B. Terminasi I yang menunjukkan ujung rekahan yang terisolasi, terminasi Y yang merepresentasikan rekahan yang saling berbatasan, terminasi X yang menunjukkan perpotongan antar rekahan, dan terminasi B yang merepresentasikan rekahan yang menyentuh batas wilayah penelitian. Nilai konektivitas rekahan dan indeks konektivitas didapatkan dari akumulasi jumlah titik pada terminasi IYX, pada konektivitas rekahan menggunakan persamaan konektivitas hidraulik (f). Jaringan rekahan pada Sungai Kalibatu saling terhubung dengan rentang nilai konektivitas hidraulik 0,47 – 0,77, dengan area WG-2B memiliki konektivitas tertinggi dan area WG-1 relatif lebih rendah. Nilai porositas sekunder pada Sungai Kalibatu berkisar antara 0,67% - 1,04%, dengan area WG-2B nilai konektivitas tertinggi dan area WG1 nilai porositas sekunder yang lebih rendah. Nilai porositas sekunder selaras dengan karakteristik konektivitas rekahan di masing-masing area.

URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608120039

Keyword
Konektivitas Rekahan Porositas Sekunder DOM Batuan Kristalin