Evaluasi Geomteri Jalan Angkut Tambang Guna Meningkatkan Produktivitas di PT Tunas Jaya Perkasa
PT Tunas Jaya Perkasa merupakan perusahaan kontraktor pertambangan batubara yang beroperasi di wilayah Kalimantan. Dalam kegiatan operasionalnya, sistem pengangkutan overburden memegang peranan penting dalam pencapaian target produksi. Jalan angkut sebagai infrastruktur utama dalam kegiatan pengangkutan harus memenuhi standar geometri yang berlaku agar alat angkut dapat beroperasi secara optimal. Namun, realisasi produksi pada Februari 2026 hanya mencapai 746.444 BCM atau sekitar 89.26 persen dari target
836.265 BCM. Kondisi geometri jalan angkut yang belum memenuhi
standar menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya pencapaian
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geometri
jalan angkut, menganalisis pengaruhnya terhadap kecepatan alat
angkut, serta membandingkan produktivitas aktual dengan
produktivitas hasil simulasi perbaikan. Evaluasi dilakukan terhadap 33
segmen jalan angkut sepanjang 3.690 m, menggunakan alat angkut
LCMG CMT 106. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat 11
segmen belum memenuhi standar lebar jalan, seluruh tikungan belum
mencapai superelevasi ideal, sebagian besar segmen memiliki cross
slope tidak sesuai standar , serta beberapa segmen memiliki nilai rolling
resistance jauh di atas rekomendasi. Kondisi ini mengakibatkan
kecepatan rata-rata aktual hanya 9.72 km/jam dengan cycle time
1.284.37 detik dan produktivitas 40.22 BCM/jam. Setelah dilakukan
simulasi perbaikan geometri jalan, kecepatan rata-rata meningkat
menjadi 15.5 km/jam, cycle time berkurang menjadi 817.16 detik, dan
produktivitas naik menjadi 845.912 BCM/Bulan atau meningkat
sebesar 70.95%. Perbaikan geometri jalan angkut terbukti menjadi
langkah strategis yang efektif untuk meningkatkan kinerja alat angkut
dan mendukung pencapaian target produksi perusahaan
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608130004
Keyword
produktivitas cycle time rolling resistance travel time geometri jalan angkut