Analisis Data Spasial untuk Evaluasi Kerentanan Pesisir di Wilayah Bandar Lampung
Penelitian ini menilai kerentanan pesisir Kota Bandar Lampung terhadap kenaikan muka air laut dengan pendekatan Coastal Vulnerability Index. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat kerentanan dan menjelaskan kondisi setiap segmen pesisir. Analisis memanfaatkan data elevasi DEMNAS, data Mean Sea Level dan gelombang Marine Copernicus periode 2014 hingga 2024, perubahan garis pantai dari citra Sentinel-2 periode 2015 hingga 2024 menggunakan metode End Point Rate DSAS, data pasang surut, serta interpretasi geomorfologi. Penelitian menganalisis seluruh parameter pada setiap segmen pantai. Hasil menunjukkan sebagian besar segmen memiliki elevasi rendah sehingga berisiko tergenang. Laju kenaikan muka air laut tergolong kecil dengan kisaran 0,523 hingga 0,654 mm per tahun dan rata-rata 0,654 mm per tahun. Tinggi gelombang signifikan berada pada rentang 0,253 hingga 0,269 m. Analisis EPR menunjukkan dominasi akresi dengan laju maksimum 9,24 m per tahun pada stasiun 18, meskipun beberapa segmen mengalami abrasi ringan hingga sedang. Nilai CVI didominasi oleh kategori kerentanan rendah, sementara kategori sedang muncul pada segmen bermorfologi dataran lumpur dan muara. Penelitian tidak menemukan segmen dengan kerentanan tinggi atau sangat tinggi. Kondisi oseanografi relatif stabil, tetapi elevasi rendah serta faktor lokal berpotensi meningkatkan risiko jangka panjang, sehingga diperlukan pengelolaan sedimen dan upaya mitigasi yang tepat.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608130034
Keyword
Coastal Vulnerability Index Kenaikan muka air laut; Bandar Lampung