Penilaian Ekonomi Biru (Blue Economy) Berbasis Ekosistem Lamun: Keterkaitan Kondisi Ekologis Dan Penyediaan Jasa Perikanan Di Perairan Pulau Pahawang, Lampung
Ekosistem lamun dengan fungsi ekologisnya menghasilkan jasa ekosistem yang penting dalam mendukung konsep ekonomi biru di kawasan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekologi ekosistem lamun, menghitung nilai manfaat ekonomi langsung (Direct Use Value / DUV) dari jasa perikanan biota asosiasi, serta menganalisis keterkaitan antara kondisi ekologis lamun dan manfaat ekonomi yang diterima nelayan di Perairan Pulau Pahawang, Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode transek kuadrat pada tiga stasiun pengamatan, serta wawancara terstruktur terhadap 11 nelayan responden pada Juni–Juli 2026. Hasil menunjukkan tutupan lamun rata-rata sebesar 48,04% (kategori sedang/kurang baik) dengan kerapatan rata-rata 32,31 individu/m², didominasi oleh Enhalus acoroides. Nilai ekonomi langsung total (NEi) dari hasil tangkapan biota asosiasi lamun mencapai Rp626.688.750 per tahun, dengan nilai DUV bersih Rp405.048.750 per tahun atau rata-rata Rp36.822.614 per nelayan per tahun. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara tutupan lamun dan nilai DUV bersih per stasiun (r = 0,957), meskipun belum signifikan secara statistik (Sig. = 0,187) akibat keterbatasan jumlah stasiun (n = 3). Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi ekologis padang lamun berperan penting dalam mendukung daya dukung ekonomi kawasan bagi masyarakat nelayan.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608140004
Keyword
ekonomi biru ekosistem lamun jasa penyediaan nilai manfaat langsung pulau pahawang