PENGARUH FORMULASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI SINGKONG ATAU PATI JAGUNG DENGAN KOMBINASI SABUT KELAPA HALUS DAN ASAP CAIR TERHADAP MUTU CABAI MERAH KERITING
Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat kehilangan air, perubahan warna, dan penurunan vitamin C. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi formulasi edible coating berbasis pati singkong atau pati jagung dengan kombinasi sabut kelapa halus dan asap cair untuk menentukan formulasi terbaik dalam mempertahankan mutu cabai selama penyimpanan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) nonfaktorial dengan delapan perlakuan (P0–P7), yaitu P0 (kontrol positif komersial), P1–P6 formulasi berbasis pati, dan P7 (kontrol negatif tanpa edible coating). Cabai dilapisi melalui pencelupan, dikeringanginkan, dan disimpan pada suhu ruang (25 ± 2 °C) selama 7 hari. Parameter yang diamati meliputi pH larutan edible coating, susut bobot, perubahan warna, dan kadar vitamin C. Viskositas formulasi terpilih diuji sebagai karakterisasi fisik tambahan. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) pada taraf nyata 5 persen dan dilanjutkan dengan Duncan’s multiple range test (DMRT). Formulasi edible coating berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap pH larutan dan mutu cabai (susut bobot, warna, dan kadar vitamin C). P6 berbasis pati jagung 4 persen dengan sabut kelapa halus 0,05 persen dan asap cair 2 persen dipilih sebagai formulasi terbaik dengan pH larutan 3,2, susut bobot 31,043 persen, ΔE 6,162, kadar vitamin C 16,063 mg/100 g, dan viskositas 6,876 cP.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2608240026
Keyword
asap cair cabai merah keriting edible coating pati jagung pati singkong