IDENTIFIKASI ZONA RISIKO GEOMEKANIK UNTUK INJEKSI CO2 MENGGUNAKAN ANALISA DATA WELL LOGGING PADA SUMUR X LAPANGAN Y
Perubahan iklim global akibat peningkatan emisi CO₂ mendorong pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) melalui penyimpanan CO₂ pada formasi geologi dalam. Keberhasilan injeksi CO₂ bergantung pada kestabilan geomekanika reservoir dan integritas batuan penudung (caprock) karena peningkatan tekanan pori dapat mengubah kondisi tegangan in-situ dan memicu kegagalan geomekanika. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi zona risiko geomekanika untuk injeksi CO₂ pada Sumur “X” Lapangan “Y” menggunakan one-dimensional Mechanical Earth Model (1D MEM) berbasis data well logging. Data Gamma Ray, Acoustic Transit Time, dan Bulk Density digunakan untuk mengestimasi sifat elastis statis, kekuatan batuan, tekanan pori dengan metode Eaton, serta tegangan in-situ. Hasil analisis mengidentifikasi tiga zona reservoir permeabel, yaitu Zona 2, Zona 5, dan Zona 8, yang berada pada rezim tegangan Normal Faulting. Zona 2 memiliki risiko geomekanika tertinggi akibat nilai Shmin yang rendah dan safe injection window yang sempit, sedangkan Zona 5 menunjukkan risiko menengah. Zona 8 memiliki kondisi geomekanika paling baik dengan caprock yang lebih tebal, nilai Shmin lebih tinggi, dan safe injection window yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1D MEM efektif sebagai metode pre-screening untuk mengevaluasi kelayakan geomekanika dan mengidentifikasi interval penyimpanan CO₂ yang lebih prospektif.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609030009
Keyword
Geomekanika Reservoir Carbon Capture and Storage (CCS) Well Logging Caprock Integrity One-Dimensional Mechanical Earth Model (1D MEM)