Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pengobatan Tahap Intensif Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Permata Sukarame Bandar Lampung
Keberhasilan pengobatan tahap intensif TB paru merupakan indikator penting respon terapi yang ditandai dengan konversi BTA. Belum tercapainya keberhasilan pada fase ini berpotensi meningkatkan risiko penularan dan memengaruhi luaran pengobatan selanjutnya, sehingga faktor yang berhubungan perlu diidentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan pengobatan serta faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pengobatan tahap intensif pasien TB paru di Puskesmas Permata Sukarame Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis. Sampel terdiri dari 61 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, IMT, derajat kepositifan BTA, keberadaan PMO, komorbid DM, dan kepatuhan minum obat. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan 46 pasien (75,4%) berhasil mencapai keberhasilan pengobatan tahap intensif, sedangkan 15 pasien (24,6%) belum berhasil. Analisis bivariat menunjukkan bahwa keberhasilan pengobatan tahap intensif berhubungan signifikan dengan derajat kepositifan BTA (p=0,019) dan kepatuhan minum obat (p=0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi keberhasilan pengobatan tahap intensif (p=0,001; OR=34,667; 95% CI=5,391-222,934). Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dan pendampingan kepatuhan minum obat oleh tenaga kesehatan dan PMO untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan pasien TB paru.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609040008
Keyword
Tuberkulosis paru Tahap intensif Keberhasilan pengobatan Kepatuhan minum obat BTA