(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pemodelan Dispersi Gelombang Radio Di Ionosfer Menggunakan Model IRI-2020


Ionosfer merupakan medium plasma yang menyebabkan gelombang radio HF (High Frequency) mengalami dispersi, sehingga kecepatan fase dan grupnya berbeda. Penelitian ini menganalisis sifat dispersi gelombang radio menggunakan model Intennational Reference Ionosphere (IRI-2020) berdasarkan profil kerapatan elektron pada ketinggian 80-1000 km selama 24 jam. Analisis dilakukan di kawasan Taman Alat MKG ITERA (5°21′44.3′′LS dan 105°18′42.8′′BT) dengan memanfaatkan data InaCORS-CTRA dekat dengan antena JOVE TEMPOYAK. Berdasarkan profil kerapatan elektron tersebut, dihitung frekuensi plasma dan indeks bias pada rentang frekuensi 5-24 MHz untuk menganalisis pengaruh variasi ketinggian dan waktu terhadap sifat dispersi gelombang radio. Berdasarkan data 1 Februari 2025, kerapatan elektron tertinggi berada pada lapisan F2 (300-450 km) dengan nilai sekitar 106 elektron/cm3, menyebabkan indeks bias vi fase relatif rendah (n ≈ 0,6), sehingga kecepatan fase gelombang lebih besar dari kecepatan grupnya dan menimbulkan efek dispersi normal yang kuat pada frekuensi radio rendah. Validasi model IRI 2020 dengan data VTEC GNSS/RINEX dari BIG (1-7 Februari 2025) menunjukkan bahwa model tersebut cukup baik merepresentasikan pola harian ionosfer saat dibandingkan dengan data stasiun InaCORS-CTRA. Kata Kunci : Dispersi Gelombang Radio, IRI-2020, Frekuensi Plasma, TEC, RINEX.

URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609050008

Keyword
Dispersi Gelombang Radio IRI-2020 Frekuensi Plasma TEC RINEX