Pemodelan Dispersi Gelombang Radio Di Ionosfer Menggunakan Model IRI-2020
Ionosfer merupakan medium plasma yang menyebabkan
gelombang radio HF (High Frequency) mengalami dispersi,
sehingga kecepatan fase dan grupnya berbeda. Penelitian ini
menganalisis sifat dispersi gelombang radio menggunakan model
Intennational Reference Ionosphere (IRI-2020) berdasarkan profil
kerapatan elektron pada ketinggian 80-1000 km selama 24 jam.
Analisis dilakukan di kawasan Taman Alat MKG ITERA
(5°21′44.3′′LS dan 105°18′42.8′′BT) dengan memanfaatkan data
InaCORS-CTRA dekat dengan antena JOVE TEMPOYAK.
Berdasarkan profil kerapatan elektron tersebut, dihitung frekuensi
plasma dan indeks bias pada rentang frekuensi 5-24 MHz untuk
menganalisis pengaruh variasi ketinggian dan waktu terhadap sifat
dispersi gelombang radio. Berdasarkan data 1 Februari 2025,
kerapatan elektron tertinggi berada pada lapisan F2 (300-450 km)
dengan nilai sekitar 106 elektron/cm3, menyebabkan indeks bias
vi
fase relatif rendah (n ≈ 0,6), sehingga kecepatan fase gelombang
lebih besar dari kecepatan grupnya dan menimbulkan efek dispersi
normal yang kuat pada frekuensi radio rendah. Validasi model IRI
2020 dengan data VTEC GNSS/RINEX dari BIG (1-7 Februari
2025) menunjukkan bahwa model tersebut cukup baik
merepresentasikan pola harian ionosfer saat dibandingkan dengan
data stasiun InaCORS-CTRA.
Kata Kunci : Dispersi Gelombang Radio, IRI-2020, Frekuensi
Plasma, TEC, RINEX.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609050008
Keyword
Dispersi Gelombang Radio IRI-2020 Frekuensi Plasma TEC RINEX