HUBUNGAN KARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TB PARU DI PUSKESMAS RAWAT INAP PERMATA SUKARAME TAHUN 2024-2025
Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan keberhasilan pengobatan yang dipengaruhi oleh berbagai karakteristik epidemiologi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik epidemiologi terhadap keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Rawat Inap Permata Sukarame Tahun 2024–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis secara retrospektif. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 68 pasien. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, komorbid DM/HIV, Indeks Massa Tubuh (IMT), status merokok, status pekerjaan, keberadaan Pengawas Menelan Obat (PMO), dan keberhasilan pengobatan TB paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, Fisher's Exact Test, atau Likelihood Ratio, serta multivariat menggunakan regresi logistik biner dengan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47 pasien (69,1%) berhasil menyelesaikan pengobatan, sedangkan 21 pasien (30,9%) tidak berhasil. Analisis bivariat menunjukkan bahwa status pekerjaan dan status merokok berhubungan signifikan dengan keberhasilan pengobatan (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa status merokok merupakan faktor yang paling berhubungan dengan keberhasilan pengobatan (p = 0,048; OR = 11,535; 95% CI = 1,023–130,082). Penelitian ini menunjukkan bahwa status merokok menjadi faktor yang paling memengaruhi keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Rawat Inap Permata Sukarame.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609060002
Keyword
tuberkulosis paru karakteristik epidemiologi keberhasilan pengobatan