Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis (TB) Paru Di Puskesmas Rawat Inap Permata Sukarame
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi menular yang
disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah
satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Gejala penyakit,
pengobatan jangka panjang, efek samping obat, dan stigma dapat
memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik pasien, gambaran kualitas hidup, dan faktor
faktor yang memengaruhi Sukarame. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain cross-sectional
menggunakan teknik total sampling. Data kualitas hidup diperoleh
menggunakan kuesioner SF-36, sedangkan data karakteristik pasien
diperoleh melalui lembar pengumpulan data dan rekam medis. Data
dianalisis secara univariat, bivariat, serta multivariat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 18–60 tahun
(81,6%), berjenis kelamin laki-laki (57,1%), tidak bekerja (55,1%),
berstatus menikah (57,1%), berpendidikan <12 tahun (55,1%), tidak
memiliki komorbid (59,2%), merupakan pasien baru (83,7%), dan
menjalani pengobatan selama 1–6 bulan (87,8%). Sebanyak 53,1%
responden memiliki kualitas hidup buruk. Analisis bivariat
menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,017) dan status merokok
(p=0,007) berhubungan signifikan dengan kualitas hidup. Analisis
multivariat menunjukkan bahwa status merokok merupakan faktor
yang paling memengaruhi kualitas hidup pasien TB paru (p=0,049;
OR=7,648; 95% CI=1,009–57,971).
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609060003
Keyword
Tuberkulosis paru Kualitas hidup SF-36 Faktor sosiodemografi Faktor klinis