PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH DAN MINYAK JELANTAH PADA BATA MERAH SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN LIMBAH DAN PENINGKATAN MUTU BATA
Meningkatnya kebutuhan bata merah dapat meningkatkan penggunaan
tanah liat dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis karakteristik bata merah dengan penambahan
fly ash dan minyak jelantah, menentukan komposisi optimum dari
semua variasi yang digunakan berdasarkan SNI 15-2094-2000, serta
mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah. Penelitian dilakukan secara
eksperimen dengan empat variasi, yaitu V0 sebagai kontrol, V1 (10%
fly ash + 5% minyak jelantah), V2 (15% + 7%), dan V3 (20% + 11%),
dengan tiga ulangan. Pengujian meliputi sifat tampak, kuat tekan, dan
daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa V3 merupakan
komposisi optimum dari semua variasi yang digunakan dengan kuat
tekan 5,38 MPa dan daya serap air 4,9%, serta memenuhi SNI 15-2094
2000 dan termasuk bata kelas 50. Pada komposisi tersebut, kebutuhan
fly ash sebesar 0,3 kg/bata dan minyak jelantah 0,165 kg/bata.
Berdasarkan timbulan fly ash sebesar 3.832.760 kg/tahun dan minyak
jelantah 1.040 kg/tahun, komposisi optimum berpotensi menghasilkan
6.303 bata/tahun, memanfaatkan fly ash sebesar 1.890,9 kg/tahun
dengan reduksi 0,049%, serta minyak jelantah sebesar 1.040 kg/tahun
dengan reduksi 100%. Pemanfaatan ini juga berpotensi mengurangi
penggunaan tanah liat sebesar 2.930,9 kg/tahun.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609160001
Keyword
bata merah daya serap air ekonomi sirkular fly ash kuat tekan minyak jelantah