Identifikasi Karakteristik Sedimen Laut Dalam Menggunakan Analisis Sedimentologi, Foraminifera Dan Geokimia Unsur Jejak Di Perairan Timur Pulau Simeulue
Sedimen laut dalam di perairan timur Pulau Simeulue, Aceh, berada pada zona tektonik aktif subduksi Indo-Australia–Eurasia dan berpotensi merekam dinamika lingkungan masa lampau. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik sedimen pada empat inti (ST 6, ST 9, ST 12, dan ST 16) menggunakan pendekatan multiproksi meliputi granulometri, geokimia unsur jejak (XRF), dan mikrofauna foraminifera. Hasil granulometri menunjukkan dominasi lanau sedang hingga lanau halus (mean 6,751–7,860 phi), dengan sorting moderately hingga poorly sorted dan skewness negatif. ST 6 dan ST 16 menunjukkan pengaruh energi lebih tinggi, sedangkan ST 9 dan ST 12 mencirikan lingkungan lebih tenang dengan transportasi dominan melalui suspensi. Analisis XRF mengidentifikasi sepuluh unsur jejak (Zr, Sr, Rb, Zn, Fe, Mn, Cr, Ti, Ca, dan K) yang menunjukkan perbedaan pengaruh masukan terestrial dan laut terbuka. Foraminifera pada ST 16 dan ST 6 menunjukkan dominasi planktonik serta spesies indikator tropis sebesar 51–68%. Korelasi ST 16 dan ST 6 menunjukkan sedimentasi perairan Pulau Simeulue dikendalikan oleh iklim, suplai terestrial, dan oseanografi. Kedua stasiun mencatat pola yang selaras: Zona 3 (kering, minim suplai darat), Zona 2 (peningkatan runoff di ST 16 dan upwelling di ST 6), serta Zona 1 (lonjakan material terestrial). Kesamaan ini mengonfirmasi sejarah paleoklimatologi dan oseanografi yang seragam, meskipun tetap dipengaruhi oleh perbedaan morfologi lokal.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609280023
Keyword
Foraminifera, geokimia unsur jejak, granulometri,