Variasi Rasio Massa Campuran Bentonit dan Bottom ash Sebagai Bahan Adsorben Terhadap Peningkatan Sifat Fisik Pelumas Bekas
Pelumas merupakan produk turunan minyak bumi yang dihasilkan dari proses pengolahan crude oil di kilang melalui distilasi vakum, solvent extraction, dewaxing, dan hydrotreating, sehingga memiliki peran kritis sebagai fluida kerja pada berbagai peralatan mekanis dalam operasional industri minyak dan gas. Pelumas bekas mengalami penurunan kualitas selama penggunaannya, tetapi masih memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi rasio massa bentonit–bottom ash terhadap sifat fisik pelumas bekas serta menentukan rasio optimum berdasarkan kedekatannya dengan pelumas baru. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan proses adsorpsi menggunakan variasi rasio BT:BA 1:0, 0:1, 1:1, 2:1, dan 1:2 pada 100 mLpelumas bekas. Bottom ash terlebih dahulu dipreparasi menggunakan HCl, kemudian dicampurkan dengan bentonit. Sifat fisik yang dianalisis meliputi densitas, viskositas kinematik, dan flash point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adsorpsi memberikan perubahan pada ketiga parameter tersebut. Densitas pelumas bekas sebesar 0,88488 g/mL berubah menjadi 0,86454–0,89027 g/mL, viskositas meningkat dari 24,70 cSt menjadi 28,39–29,89 cSt, dan flash point meningkat dari 138,33°C menjadi 151,00–189,33°C. Berdasarkan deviasi relatif terhadap pelumas baru, rasio BT:BA 2:1 merupakan rasio optimum dengan komposisi 3,33 gram bentonit dan 1,67 gram bottom ash. Variasi tersebut menghasilkan densitas 0,86454 g/mL, viskositas 29,23 cSt, dan flash point 189,33°C dengan deviasi masing-masing sebesar 0,66%, -9,08%, dan -6,89%. Dengan demikian, rasio BT:BA 2:1 memberikan hasil keseluruhan yang paling mendekati karakteristik pelumas baru.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2609290011
Keyword
Adsorpsi Bentonit Sifat Fisik Fluida Bottom Ash Pelumas Bekas