STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI ADITIF NANOMATERIAL ZNO DAN SIO₂ TERHADAP KARAKTERISTIK PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR MINYAK SAWIT MURNI PADA INJECTOR DIESEL
Penggunaan minyak sawit murni (Pure Palm Oil/PPaO) sebagai bahan bakar alternatif mesin diesel terkendala viskositas tinggi yang menurunkan kualitas atomisasi dan pola semprotan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aditif nanomaterial Zinc Oxide (ZnO) dan Silicon Dioxide (SiO₂) terhadap Spray Tip Penetration (STP) dan Spray Cone Angle (SCA) PPaO pada injektor diesel, sebagai dasar pemilihan aditif untuk memperbaiki atomisasi bahan bakar nabati. Konsentrasi aditif divariasikan 10, 20, dan 30 ppm pada temperatur bahan bakar 70°C, 80°C, dan 90°C. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan metode shadowgraphy pada injektor diesel mekanis bertekanan injeksi 50 bar, direkam menggunakan kamera smartphone 240 fps, lalu dianalisis dengan ImageJ. Hasil menunjukkan ZnO meningkatkan SCA hingga 107,1 persen dari PPaO murni, dengan nilai tertinggi pada 30 ppm (8,10° pada 80°C dan 8,51° pada 90°C), sedangkan SiO₂ lebih dominan meningkatkan STP, terutama pada 20 ppm (71,14 cm pada 70°C). Berdasarkan metode Simple Additive Weighting dengan Biosolar B50 sebagai acuan, kondisi optimal ZnO adalah 30 ppm pada 80°C (STP 60,24 cm; SCA 8,10°) dan SiO₂ adalah 10 ppm pada 70°C (STP 60,39 cm; SCA 4,12°). Secara keseluruhan, ZnO 30 ppm pada 80°C merupakan variasi terbaik dalam mendekatkan karakteristik semprotan PPaO terhadap Biosolar B50.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2610010014
Keyword
minyak sawit murni (PPaO) nanomaterial ZnO dan SiO₂ karakteristik semprotan injektor diesel shadowgraphy