ANALISIS HUBUNGAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN KARAKTERISTIK GELOMBANG DI KECAMATAN LEMONG DAN PESISIR UTARA, LAMPUNG TAHUN 2020-2025
Wilayah pesisir barat yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia menyebabkan wilayah pesisir ini mengalami karakteristik gelombang tinggi yang diperkuat oleh angin dari laut lepas dan tidak adanya pulau-pulau kecil sebagai pemecah gelombang alami sehingga mengakibatkan perubahan garis pantai secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dari fenomena abrasi maupun akresi menggunakan citra Sentinel-2 Level-2A dan hubungannya dengan karakteristik gelombang laut di Kabupaten Pesisir Barat, khususnya di Kecamatan Lemong dan Pesisir Utara pada periode 2020-2025. Perubahan garis pantai dianalisis dengan metode (DSAS) dengan perhitungan NSM dan EPR untuk menghitung jarak dan laju perubahan garis pantai dari tahun ke tahun. Hasil menunjukkan nilai rata-rata NSM akresi sebesar 8,450 m dan abrasi sebesar -4,882 m. Sementara itu, nilai rata-rata EPR menunjukkan laju akresi sebesar 1,696 m/tahun dan laju abrasi sebesar -0,976 m/tahun dengan dominasi akresi. Tinggi gelombang signifikan rata-rata sebesar 1,943 m dengan arah gelombang datang menuju garis pantai dominan berasal dari barat daya dan barat laut. Hasil uji korelasi perubahan garis pantai dilihat dari nilai NSM fenomena abrasi dengan tinggi gelombang signifikan menunjukkan hubungan sangat lemah positif, nilai koefisien korelasi sebesar 0,098. Sedangkan nilai NSM fenomena akresi menunjukkan hubungan yang sangat lemah negatif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.084. Hal ini mengindikasikan bahwa perubahan garis pantai lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti arus sejajar pantai, angin, transport sedimen, dan aktivitas manusia.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2610120020
Keyword
DSAS Garis pantaI Gelombang laut NSM EPR