(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Rekayasa Material Transdermal Patch Berbasis Kitosan dari Cangkang Udang Vaname - Alginat/Pektin untuk Sistem Penghantaran Obat Terkontrol pada Luka Terbuka


Cangkang udang vaname merupakan limbah perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kitosan. Penelitian ini bertujuan mensintesis kitosan dari cangkang udang vaname serta memfabrikasinya menjadi transdermal patch dengan variasi kitosan 0 persen dan 1 persen, dikombinasikan dengan alginat 2 persen dan pektin 1 persen. Hasil FTIR kitosan menunjukkan gugus O-H/N-H, C-H alifatik, C=O, N-H bending, C-H bending, C-O-C, dan C-O. Patch kitosan 0 persen dan 1 persen, dikombinasikan dengan alginat 2 persen dan pektin 1 persen. Hasil FTIR kitosan menunjukkan gugus O-H/N-H, C-H alifatik, C=O, N-H bending, C-H bending, C-O-C, dan C-O. Patch kitosan 0 persen berwarna transparan dan kitosan 1 persen semi-transparan, kedua patch tidak beraroma, dan bertekstur halus. Patch kitosan 0 persen dan 1 persen masing-masing memiliki bobot 0,102 ± 0,001 g dan 0,136 ± 0,003 g, ketebalan 0,229 ± 0,006 mm dan 0,319 ± 0,016 mm, serta pH 6,76 ± 0,015 dan 5,73 ± 0,032. Kedua patch memiliki ketahanan lipat >300 kali dan menunjukkan perbedaan signifikan antar formulasi. Hasil FTIR patch menunjukkan gugus O-H, C-H, COO⁻, C-O-C, serta kontribusi gugus kitosan pada kitosan 1 persen. Hasil pelepasan Bovine Serum Albumin meningkat seiring waktu, dengan patch kitosan 1 persen lebih terkontrol. Kedua patch mengikuti model kinetika zero order dan mekanisme non Fickian. Hasil uji aktivitas antibakteri belum menunjukkan zona hambat, namun pada uji kontaminasi menunjukkan tidak adanya pertumbuhan Staphylococcus aureus pada kedua patch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patch berpotensi dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat terkontrol pada luka terbuka.

URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2610140008

Keyword
Alginat Pektin Kitosan Transdermal Patch Pelepasan Obat