GEOLOGI DAN INVESTIGASI TEMUAN FORAMINIFERA PASCA TSUNAMI KRAKATAU 2018 BERDASARKAN DATA GRAVITY CORE DI SELAT SUNDA DAN ALUVIUM DI DESA BANDING LAMPUNG SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan serta menginvestigasi keterdapatan foraminifera pada sedimen Selat Sunda dan endapan pesisir Desa Banding yang berkaitan dengan tsunami Krakatau 22 Desember 2018. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi, analisis geomorfologi, stratigrafi, petrologi, petrografi, dan analisis foraminifera. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas satuan bentanglahan vulkanik hingga pesisir, sedangkan stratigrafi tersusun atas Satuan Andesit, Basalt, Tuf dan Endapan Aluvium. Analisis foraminifera pada Selat Sunda menghasilkan 7.070 individu, terdiri atas 1.913 planktonik dan 5.157 bentonik dengan nilai Pelagic Ratio (PR) 27,05%. Sementara itu, endapan Desa Banding mengandung 87 individu, terdiri atas 22 planktonik dan 65 bentonik dengan nilai PR 25,29%. Ditemukan enam taksa yang sama pada kedua lokasi, yaitu Cibicidoides, Ammonia beccarii, Quinqueloculina, Globigerina bulloides, Globigerinoides ruber, dan Globorotalia menardii. Kesamaan tersebut menunjukkan adanya komponen mikrofauna laut pada endapan Desa Banding yang mendukung interpretasi transportasi material laut menuju daratan selama inundasi tsunami Krakatau 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis geologi dan foraminifera dapat digunakan sebagai data pendukung dalam mengidentifikasi keterkaitan material laut dengan endapan pesisir akibat peristiwa tsunami.
URI
https://repository.itera.ac.id/depan/submission/SB2610150014
Keyword
Desa Banding Foraminifera Geologi Pelagic Ratio Selat Sunda Tsunami Krakatau 2018